Perihelion: Ketika Bumi Berada Paling Dekat dengan Matahari
Jakarta Bercerita perihelion Setiap tahun, Bumi mengalami dua titik penting dalam lintasannya mengelilingi Matahari: perihelion dan aphelion. Meskipun tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum, kedua peristiwa ini memiliki makna astronomis yang penting. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang perihelion—apa itu, kapan terjadi, dan apa dampaknya bagi kehidupan di Bumi.
Apa Itu Perihelion?
Secara sederhana, perihelion adalah titik dalam orbit elips Bumi ketika jaraknya terhadap Matahari paling dekat. Kata “perihelion” berasal dari bahasa Yunani: peri berarti “dekat”, dan helios berarti “Matahari”.
Orbit Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips (lonjong). Karena itu, jarak antara Bumi dan Matahari tidak selalu tetap. Dalam satu tahun, Bumi berada pada:
-
: Titik terdekat, sekitar 147,1 juta kilometer dari Matahari.
-
Aphelion: Titik terjauh, sekitar 152,1 juta kilometer dari Matahari.

Baca Juga: Iga Swiatek Juara Wimbledon 2025, Menang Mudah 2-0 Dari Amanda Anisimova
Kapan Perihelion Terjadi?
biasanya terjadi setiap tahun pada awal Januari. Tanggal pastinya bisa bergeser antara 2–5 Januari, tergantung perhitungan astronomis dan pengaruh tahun kabisat. Sebaliknya, aphelion terjadi pada awal Juli.
Contoh:
-
2025 diperkirakan terjadi pada 3 Januari 2025.
-
Aphelion akan terjadi sekitar 5 Juli 2025.
Apakah Mempengaruhi Cuaca?
Pertanyaan yang sering muncul adalah: Jika Bumi lebih dekat ke Matahari saat , mengapa di belahan Bumi utara justru musim dingin?
Jawabannya terletak pada kemiringan sumbu Bumi (sekitar 23,5 derajat). Musim ditentukan oleh orientasi sumbu Bumi terhadap Matahari, bukan jaraknya.
-
Saat Januari, belahan Bumi utara miring menjauh dari Matahari → musim dingin.
-
Saat Juli, belahan utara miring mendekati Matahari → musim panas.
Jadi, meskipun Bumi lebih dekat ke Matahari saat , efeknya terhadap suhu tidak signifikan.
Dampak dan Signifikansi
Secara praktis, tidak memiliki dampak langsung yang besar terhadap kehidupan sehari-hari. Namun secara astronomis, fenomena ini memengaruhi:
-
Kecepatan orbit Bumi: Bumi bergerak sedikit lebih cepat saat, sesuai hukum gravitasi Kepler.
-
Durasi musim: Karena gerakan orbit tidak seragam, panjang musim bisa sedikit bervariasi.
-
Perhitungan kalender dan astronomi: Digunakan dalam model-model perhitungan posisi benda langit.
Fakta Menarik
-
Planet lain juga mengalami dan. Misalnya, Merkurius memiliki perbedaan jarak dan aphelion yang jauh lebih ekstrem karena orbitnya sangat elips.
-
Di masa depan, karena gangguan gravitasi dari planet lain, jarak dan aphelion Bumi akan berubah sedikit demi sedikit.
Penutup
adalah salah satu pengingat bahwa Bumi bukan benda yang statis, melainkan bagian dari sistem tata surya yang dinamis. Meskipun tidak kita rasakan secara langsung, memahami membantu kita mengenal lebih dalam tentang posisi dan gerak Bumi dalam semesta.





