1Kali Angke Sudut Pandang Kronologis: Banjir Kiriman dari Hulu, Tangsel Terendam
Jakarta Bercerita Kali Angke Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam menyebabkan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan meluap pada Minggu dini hari. Akibatnya, air kiriman menerjang lima wilayah di Tangerang Selatan, menyebabkan banjir hingga setinggi 80 cm.
Wilayah terdampak meliputi:
-
Ciputat
-
Pondok Aren
-
Serpong Utara
-
Pamulang
-
Setu
Menurut BPBD Tangsel, meluapnya dua sungai tersebut merupakan dampak langsung dari intensitas hujan tinggi di daerah Bogor dan Jakarta Selatan.
“Air kiriman datang sekitar pukul 03.00 WIB. Warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ujar warga Pondok Maharta.
2 Kali Angke Fokus Warga: Warga Berjibaku Selamatkan Barang Saat Banjir Kiriman Mendadak
Tangsel, 10 Agustus 2025 – Banjir kiriman yang terjadi akibat luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan membuat warga di lima kecamatan di Tangsel panik. Ketinggian air naik dalam hitungan menit, menyusul hujan deras di wilayah hulu.
Rumah-rumah di Pondok Maharta, Pamulang, dan Kampung Bulak tergenang. Banyak warga yang baru tersadar air masuk ke dalam rumah saat fajar. Sebagian besar menyelamatkan dokumen penting dan barang elektronik seadanya.Saya lagi tidur, tahu-tahu kaki basah. Pas buka pintu, air udah selutut,” ujar Surya, warga Ciputat Timur.
Baca Juga: Ekonomi Jakarta Diproyeksikan Tetap Solid
Artikel 3 – Fokus Infrastruktur: Kali Tak Mampu Tampung Debit Air, Sistem Drainase Kembali Dipertanyakan
Tangerang Selatan – Peristiwa banjir yang melanda Tangsel pasca meluapnya Kali Angke dan Pesanggrahan kembali memunculkan kritik terhadap sistem drainase dan kapasitas sungai di kota penyangga Ibu Kota ini.
BPBD mencatat bahwa kedua kali tersebut sudah melebihi ambang normal sejak pukul 02.00 WIB. Namun, tidak ada early warning system yang aktif di permukiman padat.
“Drainase di sini kecil. Kali Pesanggrahan sudah sering kami laporkan butuh normalisasi,” kata Ketua RT di Serpong Utara.
Ahli tata kota dari Universitas Pamulang menyebut banjir kiriman akan terus jadi masalah jika tidak ada sinkronisasi antara pemda Tangsel dan Pemprov DKI dalam pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai).
Artikel 4 – Fokus Pemerintah: BPBD Tangsel Kerahkan Tim Evakuasi, 300 Warga Mengungsi
Tangsel – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mengerahkan 7 tim evakuasi untuk membantu warga yang terdampak banjir kiriman akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan, Minggu pagi.
Sebanyak 300 warga dilaporkan mengungsi sementara ke balai RW, mushola, dan tenda darurat. Sementara itu, petugas mendirikan posko bantuan di wilayah Pondok Maharta dan Pamulang Timur.
“Kami siapkan logistik darurat, matras, makanan siap saji, dan layanan kesehatan,” ujar Kepala BPBD Tangsel.
Pemerintah kota juga mengimbau warga yang tinggal dekat bantaran sungai untuk tetap siaga hingga debit air benar-benar surut.
Artikel 5 – Sudut Pandang Solusi: Perlu Sinkronisasi Hulu-Hilir untuk Atasi Banjir Kiriman
Kasus banjir akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan yang kembali merendam wilayah Tangsel menguatkan fakta bahwa banjir kiriman bukan sekadar persoalan lokal, melainkan sistemik.
Menurut pengamat tata ruang, solusi jangka panjang adalah sinkronisasi pengelolaan air antara wilayah hulu seperti Bogor, DKI Jakarta, dan hilir seperti Tangsel. Perlu juga pembangunan danau/dry pond untuk menahan air sementara sebelum mengalir ke sungai besar.







