Jakarta – Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menginisiasi pembentukan posko bersama di sejumlah lokasi rawan kemacetan. Langkah ini bertujuan memudahkan koordinasi dan memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal.
Sinergi dengan Polisi dan OPD
Anwar mengatakan posko akan melibatkan unsur kepolisian serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Kalau sudah ada petugas gabungan, warga juga senang karena petugas mengatur lalu lintas dengan baik,” ujarnya, Jumat (22/8).
Baca Juga : DKI terapkan konsep net zero carbon untuk rehabilitasi sekolah
Fokus di Tiga Lokasi
Titik rawan yang menjadi perhatian meliputi Jalan TB Simatupang, Jalan RA Kartini, dan Jalan Pondok Indah. Menurut Anwar, proyek galian umumnya memicu kemacetan di lokasi tersebut.
“Semua unsur, baik Sudinhub, Satpol PP hingga Sudinsos Jaksel harus bersinergi mengatasi kemacetan,” tegasnya.
Tertibkan Pak Ogah
Anwar juga meminta Satpol PP bersama Sudinsos menertibkan keberadaan “Pak Ogah” di sepanjang jalan tersebut. “Kalau ada posko dan petugas berjaga, mereka pasti enggan beraksi,” katanya.
Laporan Real Time
Untuk memastikan petugas benar-benar hadir, Anwar menginstruksikan laporan lapangan berupa foto, video, dan narasi dikirim rutin, terutama saat jam sibuk.
Baca Juga : 46 Ribu Wisatawan Padati Ragunan Saat Libur HUT ke-80 RI
“Laporan ini untuk memudahkan pemantauan dan koordinasi dengan pimpinan,” jelasnya.
Pelayanan Nyata
Anwar menegaskan posko bersama merupakan bentuk pelayanan nyata bagi masyarakat. “Sinergitas harus berjalan optimal. Berikan pelayanan terbaik kepada warga dan pengendara,” tandasnya.

















